Arsip Blog

[FF/S/5/G] Falling In Love With a Friend “you love me and shoot me”

Falling In Love With a Friend (you love me and shoot me)

Genre : teen romance

Length : series

Author : Bela Cigi *nyonya ryeowook*

Cast :

– Kim Ryeowook as him self (wookie)

– Lee Yeon Hee as yeoja

– all member Super Junior

Part 1 :: Part 2 ::Part 3 :: Part 4

Read the rest of this entry

Iklan

Big Screat [Part 2]

Cerita Sebelumnya

우리가 공원에까지 회의 있습니다! 잊지 마세요! 그리고 늦지 마! 1

Ryeowook pun dengan cepat, membalas sms itu.

좋아! 2

Tanpa banyak Tanya Min Ra sudah menduga apa yang tertera di pesan itu, mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju sekolah.
****
Stelah mereka sampai di sekolah, ternyata bel tanda masuk sudah berbunyi, dengan cepat mereka berlari menuju kelas masing-masing.

****

KRRRIIIINNGGGG…. Bel pulang sekolah berbunyi.

Dengan cepat Min Ra merapikan buku yang ada di atas meja nya dan langsung pergi . begitu juga dengan Ryeowook, ia pun dengan cepat merapikan buku nya.

Min Ra pun bertemu dengan Ryeowook di tempat parikir. “ayo~ langsung aja kita pergi kesana!” seru Ryeowook. “ne!” jawab Min Ra pendek. Mereka berdua pun langsung masuk ke mobil. Dan mobil itu pun melaju dengan cepat.
****
Tak lama, mereka pun sampai di taman, tenyata mereka terlambat 5 menit dari waktu yang di janjikan. “Dimana orang itu??” Tanya Min Ra resah. “Sebentar lagi juga..” sebelum Ryeowook menyelesaikan pembicaraan nya, orang itu sudah datang dan mau menuju ke arah Min Ra dan Ryeowook.

Tanpa banyak bicara, lelaki yang berada di hadapan Min Ra dan Ryeowook, mengeluarkan sebuah amplop yang berwarna coklat. Dan Ryeowook pun mengambil nya, lalu membuka nya. Ia pun membaca surat yang ia ambil dari amplop coklat itu.
Segera!! Kalian habisi! Kalian harus membunuh nya dalam waktu 15 menit!! Tidak kurang dan tidak lebih!!

“Siapa yang harus kita habisi??” Tanya Min Ra bingung. Lelaki itu pun mengeluarkan sebuah foto, Min Ra pun melihat foto yg di berikan lelaki itu. “MWO?? YANG BENAR SAJA!!” Teriak Min Ra. Ryeowook pun melihat foto yang berada di tangan Min Ra. Setelah melihat nya, Ryeowook tidak berkata apa-apa. “Berapa bayarannya??” Tanya Ryeowook. “100 juta!” jawab lelaki itu. Tanpa pikir panjang lagi, mereka berdua langsung menerima pekerjaan itu.

“Kapan kita harus mengabisi nya??” Tanya Min Ra dengan tegas. “Besok siang! Jam 13.00” Jawab lelaki itu yang ternyata suruhan seseorang. “Hemmmm, baiklah!” Jawab Min Ra dengan Ryeowook.
****
Min Ra dan Ryewook adalah kelompok pembunuh bayaran internasional, bahkan mereka menamakan kelompok mereka dengan nama “The Big Screat”. Dari kalangan pembunuh bayaran, kelompok mereka sudah sangat terkenal dan paling di takuti, karena mereka biasa membunuh musuh nya dengan waktu kurang dari 15 menit!!

Dan mereka melakukan kan nya dengan gesit! Bahkan, jejak mereka pun sulit di temukan. Salah satu korban mereka adalah kalangan orang-orang penting. Mereka pernah membunuh Presiden Belanda, hanya dengan sebuah pistol saja!
Mereka melakukan ini, karena mereka mempunyai sebuah misi! Yang hanya di ketahui oleh mereka saja.

Maka dari itu, mereka berdua sedang di cari oleh polisi di seluruh dunia. Dalam misi nya mereka memakai sebuah penutup wajah, agar wajah mereka tidak di kenali orang-orang. Dan mereka bisa hidup sebagai jati diri yang berbeda.
****
“Kapan kita harus mengabisi nya??” Tanya Min Ra dengan tegas. “Besok siang! Jam 13.00” Jawab lelaki itu yang ternyata suruhan seseorang. “Hemmmm, baiklah!” Jawab Min Ra dengan Ryeowook.
****
Setelah itu, mereka pun langsung pergi. Ryeowook pun langsung menginjak gas dan mobil pun melaju. “Ryeowook oppa..” Tanya Min Ra dengan nada pelan. “Ne..waeyo??” jawab Ryeowook, masih sambil menyetir mobil nya. “heemm~aniyo..” jawab Min Ra. “AISH! Kau ini, kalau mau ngomong, ngomong aja” seru Ryeowook dengan sedikit kesal.

“hahahaha, kau ini gak pernah berubah ya dari dulu” seru Min Ra. “hahahaha, aku memang dari dulu seperti ini.” Seru Ryeowook sambil mengelus kepala Min Ra dengan halus. Min Ra pun tersipu malu. Karena perjalanan sangat jauh, Min Ra pun tertidur lelap.
****
Keesokan hari nya, merupakan hari yang di tunggu oleh Min Ra dan Ryewook. Seperti biasanya, Min Ra selalu di jemput oleh Ryeowook. Karena kedekatan mereka, yang sudah melampaui sebagai “sahabat” orang tua Min Ra bahkan teman-teman nya di sekolah, berfikir, kalau mereka adalah sepasang kekasih. Min Ra dan Ryeowook pun langsung pergi ke sekolah. “Oppa, apa kau sudah mempersiapkan semua nya??” Tanya Min Ra. “Pertanyaan, yang babo!hahaha” Seru Ryeowook. Min Ra pun mengernyitkan kening nya.

“hahahaha, aku cuma bercanda, jangan ngambek dong!” seru Ryeowook sambil mencubit pipi Min Ra. “aduh! Sakit oppa!” seru Min Ra ke sakitan, karena pipi nya di cubit oleh Ryeowook. “mianhae~ udah dong gak usah marah lagi.” Seru Ryeowook lirih. “Aniyo~aku gak marah ko.” Seru Min Ra.
“Nah gitu dong! Aku udah nyiapin semua nya ko, kita tinggal ngejalanin tugas kita aja.” Seru Ryeowook. “Heemmm, ok.” Seru Min Ra.
****
Mereka pun sampai di sekolah, dan seperti biasa nya, Ryeowook dan Min Ra, bersikap selayak nya siswa-siswi biasa. “Nanti, kita ketemuan di tempat parkir, jangan sampai telat!” seru Ryeowook. “sip oppa!” seru Min Ra. Mereka pun langsung menuju kelas masing-masing.
****
Min Ra pun masuk ke kelas dan ia pun duduk di kursinya. “Min Ra, hari ini ada ulangan Kimia!” seru Sunny. “ha?? Serius? Tau dari mana??” Tanya Min Ra. “hahahaha, enggak deh, bercanda.” Seru sahabat nya. “dasar ya! Kalian ini!” Min Ra pun menjitak kepala sahabat nya.
Tak lama kemudian, bel masuk pun berbunyi.

“Annyeong!!” sapa guru. “Annyeong!” jawab para siswa. “ hari ini entah ada apa, sekolah kita kedatangan polisi, dan mereka akan memeriksa setiap anak di kelas ini”. Min Ra pun terkejut mendengar perkataan guru itu.
Apakah identitas dia dan Ryeowook sudah terbongkar?? Dan apakah, di sekolah ini ada yang tau tentang Min Ra dan Ryeowook??

Bnyak sekali pertanyaan di benak Min Ra. Tak lama hp Min Ra pun berdering, bertandakan ada sms masuk. Min Ra pun menekan tomnol “open” di hp nya.

CEPAT!! KITA BERTEMU DI TEMPAT PARKIR!! SEKARANG!!

Ternyata pesan itu dari Ryeowook. Tanpa pikir panjang lagi, Min Ra langsung meminta izin kepada guru nya. “Bu, saya izin hari ini, kepala saya pusing banget bu.” Seru Min Ra dengan lirih, agar acting nya tidak terbongkar. “baiklah kalau begitu, kamu boleh pulang!.” Seru guru itu, karena kasihan melihat Min Ra yang sudah pucat.

Min Ra pun berlari dengan cepat menuju tempat parkir. Dan sesampai nya di sana Min Ra melihat Ryeowook yang sedang berdiri gelisah menunggu dirinya. “OPPA!!” Teriak Min Ra. “CEPAT!!” seru Ryewook. Min Ra pun langsung masuk mobil, begitu juga dengan Ryeowook. Dan mobil pun melaju dengan sangat cepat.
****
“Selamat siang!” sapa Polisi itu. “Siang!” jawab para murid dengan kompak. “apakah di antara kalian ada yang mengenal anak-anak ini??” Seru polisi sambil menunjukkan sebuah foto yang berada di tangannya. “ya, walaupun mereka memakai topeng, apakah kalian mengenal cirri-ciri anak ini??” Tanya polisi lagi.

BRRUKKKK……

Suara itu, menyita perhatian murid-murid. Mereka pun langsung melihat ke luar jendela, begitu juga dengan polisi. “HEI! ITU MEREKA!!” seru salah satu polisi. Mereka pun langsung mengejar mobil tersebut.
****
“MIN RA! Cepat kau pakai topeng mu! Dan tembak mereka semua!!” Seru Ryewook dengan nada sedikit memerintah. “SIP!” jawab Min Ra pendek. Min Ra pun memakai peralatan nya, dan mengambil pistol kesayangan nya itu. Anggota tubuh Min Ra, keluar dari jendela mobil. Dan Min Ra pun langsung menembak ban mobil polisi tersebut.

DDOOORRRR………

Suara tembakan pun terdengar jelas. Para polisi pun kuwalahan menangkap mereka, dan akhirnya Min Ra dan Ryeowook pun lolos dari kejaran polisi.

-TBC-
©2010 S3FFIndo Publishing

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

Big Screat [Part 1]

Main cast: Ryeowook and Readers a.k.a Min Ra

Cast: Luna f(x) and sunny SNSD

Genre: Romance,sad,Adventure

Annyeong ^^ aku admin baru disini… aku admin ~Fishy ^0^ ini FF pertama yg aku post, jd kalau masih jelek and aneh.. mianhae ya ^o^v aku tunggu loh comment kaliaannn 😀
Read the rest of this entry

FF/PG-13/14 GLAMOURE

GLAMOURE CHAP 14


Penulis : Mia Mentari

Genre : Roman, Persahabatan

Rating : G — Cocok untuk seluruh umur

 

===================================================

Heechul berhasil mengikuti bibinya sampai di depan sebuah ruangan. Tapi sebelum dia bergerak cepat, Haemi sudah dimasukkan ke dalam ruangan itu, sementara bibi dan bodyguardnya itu diluar.

“Oouu..sepertinya keponakanku sudah gila”, sindir Daera sambil memandang remeh baju yang dikenakan Heechul.

Meski dia kesal diejek seperti itu, Heechul tidak berkomentar apa-apa. Tangannya menggepal keras, dan pandangannya lurus dan tajam ke wajah bibinya.

“Apa ? Ada yang ingin kao katakan padaku Heechul ?”, tanya Daera sombong

“Memangnya ada yang perlu kutanyakan padamu, bibi ?”, tanya Heechul balik dengan senyum miringnya yang khas.

Pertanyaan yang mengena untuk Choi Daera ! Dia merasa tersudut dan jengkel dengan sikap keponakannya. “Kao ! Ah sudah laaah..bereskan saja dia”, perintahnya pada para bodyguardnya.

Heechul sudah memasang kuda-kudanya. Dia siap menghadapi empat orang pria itu. “Jangan pernah menyesal..”, gerutu Heechul sebelum akhirnya melompat dan menyerang.

*************************************************************************************

Haemi PoV~~

“Oemma !”, teriakku mengejar oemma. Tapi oemma tak pernah mendengarku dan malaah terus berlari menjauh.

Aku ketakutan setengah mati, karena setiap inchi nya aku berlari, kegelapan semakin melebar di belakangku seakan-akan ingin menelanku hidup-hidup.

“Oemma~~kumohon berhenti”, ucapku yang mulai lelah. Tanganku terulur ke depan berusaha menggapai oemma, tapi tak bisa. Akhirnya kakiku terkulai lemas dan jatuh ke lantai yang dingin. Serta merta aku merasakan dingin dan gelap menelanku.

‘ZSREEEETTTHHHHH’ Aku tersentak kaget dari pingsanku. Ternyata tadi hanya mimpi. Aku mengerjap-ngerjap dan mendadak mataku terbelalak. Cermin ! Cermin ! Cermin ! Cermin ! Sejauh mataku memandang, aku hanya melihat cermin dimana-mana. Sekujur tubuhku mulai bergetar hebat, aku yakin sebentar lagi monster di tubuhku itu akan mengamuk.

“Bagaimana rasanya ?”

“HYAAAAAAAAAAAAAAA !!!!!!!!!!!!!”, teriakku keras. Bukannya menjawab pertanyaan Daera, si wanita bule jahat itu kepadaku, aku malah berteriak keras.

Tawa nenek lampirnya mulai menggema. Dan aku segera berbalik cepat. Aku merasakan sekujur tubuhku membara panas, dan bisa kupastikan mataku melotot hampir keluar.

Daera tampak kaget melihatku berubah. Lalu sesuatu merasuki otakku, dan memerintah kakiku untuk bergerak cepat mendekati Daera.

Mungkin karena sekarang aku terlihat menakutkan, Daera mundur menjauhiku, “Kao mau apa ?”

Aku mengerang semenakutkan mungkin, lalu mendorongnya keras hingga terpental keras ke dinding. Daera pingsan dan kepalanya mengeluarkan darah.

Aku kembali berteriak histeris dan menjambaki rambutku yang tertata rapi. Gaunku juga sudah robek sana sini, karena aku menariknya kuat-kuat. Semua bayangan diriku di cermin tiba-tiba berputar cepat dan seakan berbicara padaku. ‘Kao jelek Haemi ! Si buruk rupa Haemi ! Haemi si Perkasa !’

Telingaku berdesis keras, kepalaku sakit. Aku mengerang sekali lagi. Lalu berjalan cepat ke cermin dan memukulnya hingga retak. Tingkahku sudah seperti orang gila.

*************************************************************************************

Author’s PoV~~

“HYAAAAAAAAAA !!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Heechul berhenti sebentar ketika mendengar jeritan Haemi. Haemi berteriak denagn perih dan meyayat hati siapa pun yang mendengarnya. Heechul merasa perih mendengar lolongan itu.

‘BUG!’ Selagi Heechul berhenti, ternyata seorang pria menumbuknya tepat dibagian luka tadi pagi yang didapatinya. Sebenarnya luka itu belum sembuh benar, tapi demi Haemi, Heechul berbohong dan mengatakan lukanya sudah tak apa-apa.

Heechul meringis pelan, dan menguatkan dirinya untuk bangkit lagi. Dia berhasil memukul laki-laki itu, ketika Haemi menjerit lagi. Kali ini lebih terdengar seperti lolongan aneh.

Hati Heechul makin perih, dengan ganas dia memukuli semua pria itu tanpa ampun. Tadinya gerakannya sangat berirama dan masih tergolong biasa karena dia tak berniat untuk membunuh para pria itu. Tapi karena takut dan cemas karena Haemi, laki-laki kurus ramping itu berubah ganas dengan hawa pembunuh.

Tak berapa lama kemudian, Heechul sudah berhasil menjatuhkan seluruh pria itu. Sebagian dari mereka pingsan, dan sebagian lagi mungkin sudah mati karena pukulannya itu.

Heechul segera meninggalkan mereka dan masuk ke ruangan tempat Haemi dikurung.

Awalnya Heechul pikir akan mendapati Haemi yang terkulai lemah disana. Tapi yang dilihatnya malah bibinya yang terkulai lemah. Spontan karena hati nurani, Heechul bergerak cepat mendekati bibinya. Sang bibi ternyata pingsan dan sedikit luka di kepala. Heechul bernafas lega dan berniat akan menggendong bibinya keluar saat tiba-tiba dia mendengar lolongan Haemi lagi.

Heechul mendapati hatinya terluka lagi. Dengan cepat, Heechul meletakkan hati-hati bibinya di lantai lagi dan berlari ke arah sumber suara.

Selama berlari, kepala Heechul tak henti-hentinya melirik sana sini ke pecahan kaca. Ruangan itu memang ruangan cermin, seluruh dinding itu tertempel cermin panjang. Tapi sekarang, cermin-cermin itu pecah, dan menjadi puing.

“Haemiiiii !!”, panggil Heechul khawatir. Kepalanya sudah dipenuhi pikiran-pikiran aneh. Sebagian memikirkan kalau Haemi mungkin diculik monster dan monster itu mengamuk-ngamuk mengejarnya yang berlari ketakutan. Tapi sebagian lagi mengatakan kalau Haemi lah monsternya. Haemi mengamuk-ngamuk marah karena diculik bibinya.

“Haemiii ?”, suara Heechul nyaris lirih karena tak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Matanya membulat melihat gadis yang dicintainya itu meng-antuk-antukkan tubuhnya ke cermin. Tubuh gadis itu penuh luka dan darah

“Haemiii…hentikan !”, Heechul sekarang berusaha menghentikannya dengan memeluknya.

Gadis itu mengerang keras, lalu mencakar tangan Heechul yang mencoba merangkulnya.

Heechul mau tak mau, melepas tangannya karena kulitnya perih terkena cakaran. “Haemiii”, dengusnya pelan. Haemi sedang menunduk dan pundaknya turun naik turun naik dengan berirama. Heechul yakin kalau gadis itu sedang menenangkan dirinya.

Dengan perlahan, Heechul mengulurkan tangannya, mencoba menyentuh Haemi. Tapi Haemi mendongak cepat, dan mendorong Heechul hingga jatuh menimpa dinding cermin lagi.

Heechul jatuh tepat mengenai lukanya. Tubuhnya sudah tak kuat lagi. Bibirnya mulai mengeluarkan cairan darah dan dia meringis sakit.

Haemi mulai mengantuk-antukan lagi tubuhnya ke cermin dan itu membuat hati Heechul makin perih. Secara perlahan, Heechul bangkit dan mulai merangkul gadis itu lagi dari belakang. Kali ini Heechul sengaja memeluknya erat, berharap kehangatan tubuhnya akan membuat gadis itu sadar.

“Haemii..hentikan~~”, bisik Heechul di telinga gadis itu.

Berhasil ! Haemi memang diam dan berhenti, tapi air matanya mulai mengalir.

“Jangan menangis…”, Heechul menciumi bahunya. “Kao tetap gadis yang paling indah yang aku temui”

Entah apa yang mendorong Heechul berkata seperti itu. Tapi Haemi berhasil kembali normal. Walau tubuhnya masih bergetar-getar, Haemi berusaha mengatakan sesuatu.

“Apa ?”, tanya Heechul memastikan. Dia yakin tadi mendengar Haemi mengatakan ‘Saranghaeyo’, tapi karena bisikannya cukup lirih, Heechul jadi kurang mendengarnya.

“Sss..sarang, hah.. Saranghaeyo”, ucap Haemi dengan nafas tersengal-sengal.

Heechul tersenyum tapi kemudian jatuh pingsan. Luka di tubuhnya sudah tak bisa diajak kompromi lagi. Tapi dia merasa lega. Lega karena akhirnya Haemi membalas cintanya.

*************************************************************************************

Haemi PoV~~

Mataku tak henti-hentinya menatap sosok yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit saat ini. Karena sikapku, Heechul jadi terbaring lemah sekarang.

“Kao tak mau makan dulu Haemi ?”, tanya nona Victoria, yang ternyata nenekku dan sodara-sodaraku itu.

Aku mengeleng-geleng lalu mengembangkan senyumku, “Aku belum lapar. Tapi nanti aku akan makan setelah Heechul bangun”

Nona Victoria, menarik sebuah kursi dan duduk di dekatku, “Kao—“ Aku melihatnya yang ragu-ragu mengatakan sesuatu, “kao seorang mirrorphobia ?”

Aku mengangguk lemah dengan helaian nafas, “Mm..aku seorang mirrorphobia”

“Lalu kao anaknya Inyeong ?”

Lagi-lagi aku mengangguk, “Mm..”

“Sudah kuduga ! Kao memang mirip sekali dengannya”

Aku tak tahu apa yang membuat wanita setengah baya itu terdengar riang. Dan jujur aku malas menebaknya. Aku cukup pusing dengan semua masalahku.

“Kao ingin menjadi normal lagi ?”, tanya Nona Victoria tiba-tiba. “Maksudku..kao mau tidak ikut terapi penyakit itu ?”

Alisku terangkat, “Mianhee, tapi memangnya penyakitku itu bisa diobati ?”

“Semua penyakit itu pasti ada obatnya !”, jawabnya mantap. “Aku kenal baik dokter-dokter hebat di Prancis. Kao bisa ikut aku pulang ke sana, kalau kau mau..”

Prancis ? Ya ampunn..kota impianku ! Tapi aku tak punya cukup uang ke sana.

“Tak perlu cemas soal uang”, jawab Nona Victoria. Heh ? Bagaimana dia tahu apa yang kupikirkan ? “Aku kan nenekmu…kau ingat ?”

“Gamsahamnida”, ucapku yang lalu disambut pelukan oleh Nona Victoria.

*************************************************************************************

Author’s PoV~~

Heechul membuka matanya perlahan-lahan. Orang yang pertama ingin dilihatnya dalah Haemi. Tapi kemana pun Heechul melihat, dia tak menemukan gadis itu.

“Ceritakan pada kami apa terjadi antara kao dan Haemi”, kata Ryeowook sambil melipat tangannya di dada. Dia, Enhyuk, dan Donghae sedang berdiri di tepi ranjang Heechul.

“Kalian tidak tanya aku bagaimana ? Tak saying pada sodara sendiri ?”, kata Heechul mencoba melucu.

Enhyuk melotot, “Kao jadi aneh chullie ! Sejak kapan kao suka melucu ?”

“Hah ?”, Heechul bingung lalu menggaruk kepalanya yang tak gatal. “Sejak aku mendengar Haemi bilang cinta padaku, mungkin”, ucapnya dengan suara pelan.

“APA ?”, pekik kaget Enhyuk dan Ryeowook.

Heechul tertawa kecil sambil menggaruk kepalanya lagi. Dia merasa malu membicarakan ini pada sodara-sodaranya.

Sementara Enhyuk dan Ryeowook merengek-rengek minta diceritakan bagaimana kejadiannya pada Heechul, Donghae menghela nafasnya. Sejak tadi tubuhnya menegang mendengar cerita Heechul. Dia juga sempat curiga dengan sikap Haemi yang perhatian sekali pada Heechul. Ternyata hal yang ditakutinya benar-benar terjadi. Sekarang apa yang harus dilakukannya ?

Enhyuk dan Ryeowook mengangguk-angguk mengerti mendengar cerita Heechul. “Jadi adik seksiku ternyata mencintai chullie juga ?”, Enhyuk tampak berpikir. “Mungkin aku harus menyerah sekarang”

“Mm..aku juga”, Ryeowook mengangguk juga.

Heechul tersenyum menatap kedua sodaranya. Lalu dia menatap Donghae dengan pandangan bersalah dan maaf, “Mianhee”

Donghae mencoba tersenyum pada sodaranya, “Gwenchana. Kao dan Haemi memang cocok”

Heechul tersenyum terima kasih pada Donghae. Dia merasa lega karena akhirnya Donghae bisa menerimanya.

*************************************************************************************

Malam pun tiba. Mereka semua akhirnya bisa tidur dengan lega. Sekarang Haemi tak akan diganggu siapa pun lagi. Daera sekarang sudah berada di rumah sakit jiwa, karena diklaim telah mengalami gangguan jiwa karena stress. Angela juga sudah merelakan kalau ibunya itu gila, dia menerimanya dan akan selalu menemani ibunya sampai sembuh nanti.

Haemi menatap koper-kopernya. Helaian nafas muncul dari bibir mungilnya saat mengingat Heechul. Dia akan pergi tanpa memberitahu Heechul. Benarkah yang dilakukannya sekarang ?

“Haeminie-yaa~~”, panggil Victoria dari ambang pintu kamar Hotel. “Kao yakin tak memberitahu siapa pun kao akan pergi ? Lalu tak mau pergi denganku juga ?”, tanya sang Nenek dengan bertubi-tubi.

Haemi tersenyum, “Ini yang terbaik nek..” Lagi-lagi dia menghela nafasnya, “Tapi aku akan memberitahu Heechul”, gumamnya pelan.

“Kao akan ke rumah sakit sekarang ?”

Haemi mengangguk, lalu bertanya, “Apa nenek melihat Ahjussi dimana ?”

“Saya disini agashii”, jawab Hankyung lalu memeperlihatkan dirinya yang berdiri di belakang Victoria.

“Aku akan pergi”, Haemi berlari dan memeluk Hankyung. “Aku akan sangat merindukan Ahjussi”

“Saya juga agashii. Jagalah diri anda baik-baik”

“Ahjussi mau lakukan sesuatu untukku ?”

Alis Hankyung terangkat, “Melakukan apa ?”

Haemi melepaskan pelukannya, “Jangan bilang pada siapa-siapa kemana aku akan pergi, arraso ?”, ucapnya sambil mengulurkan kelingkingnnya pada Hankyung.

“Ne..arra”, ucap Hankyung penuh senyum lalu mengikat kelingkingnya dengan kelingking Haemi. Tapi kemudia kening Hankyung berkerut, “Pada ibu koki juga ?”, tanya Hankyung yang merujuk pada tetangga Haemi yang bekerja sebagai koki.

Haemi menggeleng lemah, “Tidak juga pada ahjumma” Haemi menghela nafas, “Ahjumma sudah tua. Aku tak mau dia khawatir padaku”

*************************************************************************************

Haemi membuka perlahan pintu kamar Heechul tanpa suara. Seharusnya ini bukan jam membesuk lagi, tapi gadis itu memohon pada seorang perawat agar mengijinkannya. Si perawat akhirnya menyetujuinya setelah mendengar cerita Haemi.

Haemi tersenyum ketika melihat Heechul yang tertidur pulas di kasurnya. Cahaya rembulan menerpa wajah Heechul membuat wajah laki-laki itu semakin damai.

Haemi mengelus kepala Heechul lembut, “Sekarang tak ada yang perlu kao mimpi burukkan lagi, chullii—ups, maksudku Heechul”

Heechul membuka matanya dan menangkap tangan Haemi cepat, “Kenapa baru membesukku sekarang ?”

Haemi tersentak kaget. Dia membuka mulutnya untuk membantah, tapi menutupnya lagi. Kepalanya tertunduk, “Mianhee..”

Heechul membuat posisinya jadi setengah duduk sekarang, “Mianhee ? Hanya itu ?”

“Lalu kao mau apa ?”, tanya Haemi sambil mengangkat kepalanya lagi.

“Katakan sekali lagi…”

“Apa ?”

Heechul membuka mulutnya, tapi menutupnya lagi. Dia agak malu menyuruh gadis itu mengucapkan ‘Saranghaeyo’ kepadanya. “Aaah~~tidak jadi”

Haemi mendengus pelan, “Bodoh !”

Heechul menjitak jidat Haemi kesal, “Apa kao bilang ?”

Haemi meringis sambil mengelus-elus jidatnya, tapi kemudian tersenyum, “Mau jalan-jalan ke atap sebentar ?”

*************************************************************************************

“Kao sedang ingin hal-hal yang romantis ya ?”, goda Heechul sambil memperhatikan pemandangan gelap yang terpampar di atap

Haemi hanya diam sambil menatap langit yang menggelap.

“Yaa ! Aku sedang bicara padamu !”, kesal Heechul sambil berlari mendekati Haemi. Dia hampir menjitak kepala Haemi lagi saat dia melihat wajah sedih gadis itu, Heechul mengurungkan niatnya. “Kao sedang ada masalah ?”

“Kao suka awan ?”, tanya Haemi tiba-tiba.

“Hah ? Apa ?”, Heechul kaget karena tiba-tiba gadis bertanya yang aneh-aneh. “Mm..ya. Tapi tidak terlalu” Heechul memutar kepalanya dan melihat ke sekitar. Wajahnya penuh raut gembira saat melihat sesuatu, “Heii..lihat ! Matahari terbit di dekat patung Kristus yang kita kunjungi kemarin”

“Heechul…”, panggil lirih Haemi

“Ya ?”, jawab Heechul menoleh kepadanya.

“Kita…” Haemi menunduk dan mengigit bibirnya, baginya sulit sekali mengatakan ini. “Kita tak bisa bersama..”

“APA ?”, pekik Heechul tak percaya. “Kao sudah mulai merasa kalau kao menyukai Donghae ?”

Haemi mengangkat kepalanya, “Yaa ! Donghae dan aku hanya kakak adik. Jangan berpikir yang macam-macam”

Heechul tersenyum, tapi langsung pudar karena melihat mata gadis itu berkaca-kaca. “Kao kenapa ?”

Haemi membiarkan tangan Heechul menghapus air matanya. Tiba-tiba dia merasa hangat ketika tangan itu menyentuhnya. Tapi disisi lain, hatinya seperti teriris. Dia tak sanggup menghadapi kenyataan pahit.

“Haemi ? Kao baik-baik saja ?”, tanya Heechul khawatir saat tiba-tiba air mata gadis itu makin deras.

Haemi menggeleng-geleng, “Aku…aku…”

********************************************************************

©2011 S3FFIndo

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

********************************************************************

Gomawo for my all reader #hug ♥

Karena kalian uda setia dengan cerita ini dari awal, aku akan ngpost dua chapter hari ini, hehe 🙂

Silahkan lanjut ke part END na yaa ~~ ^O^//



[FF/PG-13] GLAMOURE Part 13

GLAMOURE CHAP 13


Penulis : Mia Mentari

Genre : Roman, Persahabatan

Rating : G — Cocok untuk seluruh umur

 

===================================================

Read the rest of this entry

[FF/PG-13] GLAMOURE Part 12

GLAMOURE CHAP 12


Penulis : Mia Mentari

Genre : Roman, Persahabatan

Rating : G — Cocok untuk seluruh umur

 

===================================================

Previously~~

Heechul menyentil keningku kesal, “Daya ingatmu lemah sekali..”. Heechul mengecup bibirku sekali lagi. “Saranghae~~”

Aku mengerjap-ngerjap. Jadi maksudnya, pernyataan yang itu ya ?.

“Jawab…”, katanya manja.

Aku masih belum tahu bagaimana perasaanku. Koreksi ! Maksudku…belum yakin. Bagaimana ini ? Aku harus jawab apa ?

“OI~~!!”, panggilnya tak sabar.

Aku menunduk dan menggigit bibirku. “Aku belum tahu, Heechul… Mianhee~~”

Kami pun diam dalam detik-detik berikutnya. Tak ada yang bicara kecuali angin malam yang berhembus. Aku juga tak berani menatap Heechul sekarang ini. Aku takut..menatapnya akan membuat hatiku perih. Dia pasti terluka.

“Hahaha..”, Heechul tertawa tiba-tiba. Aku khawatir lalu mengangkat wajahku menatapnya. “Ayo pulang..ini sudah hampir pagi”


*********************************************************************************************************

 

Suasana subuh sudah mulai turun. Aku dan Heechul masih dalam keadaan diam yang sangat canggung. Hanya suara deru mobil volvonya saja yang terdengar saat ini.

Huuff~~apa yang sudah kulakukan padanya ? Apa aku salah jika belum bisa memutuskan pilihan hatiku ?

“Haemi..”, aku tersentak kaget karena lamunanku diganggu. Aku menoleh ke arah Heechul yang menatap nanar jalan di depan. “Kao tak perlu merasa bersalah.. Aku bisa mengerti”

Tak ada yang bisa kusahuti saat ini.

Dengan tangan nya sebelah, Heechul mengeluarkan lagi antingku dari sakunya. Dia menyerahkannya padaku, “Ambillah~~itu milikmu”

Saat mendengar kata ‘itu milikmu’, aku merasa hatiku sedikit perih. Aku merasa kalau Heechul sedang mengembalikan hatiku kembali. Kenapa bisa begini ?

“Gomawo”, ucapku singkat lalu kembali memandangi kaca mobil di sebelahku.

Kami kembali diam, tapi tak lama karena tiba-tiba mobil Volvo Heechul sedikit oleng.

Heechul menepikan mobilnya di tepi jalan, lalu turun. Aku ikut turun lalu mengikutinya yang sedang berjalan ke arah belakang mobil.

Tapi tiba-tiba saja, ponselku berdering. Ahh~~Donghae.

Aku melirik sekilas Heechul yang sedang berjongkok memeriksa ban mobil belakang, lalu menekan tombol hijau di ponselku. “Yeobseo ?”

“Haemi ? Haemi ?”, tanyanya agak senang. “Akhirnya kao mengangat telponku juga. Kao dimana ?”

“Aku bersama Heechul”, kataku. Aku memerhatikan Heechul yang sudah berdiri dan berjalan ke depan mobil lagi. “Ban mobil kami sepertinya kempes”

Donghae mendesah panik, “Kempes ?”

“Yaa..” Aku memerhatikan Heechul yang sedang mengobrak abrik sesuatu di depan kursi kemudi. “Tapi kurasa Heechul bisa mengatasinya”

Kupikir iya, Heechul bisa mengatasi ban mobil kami dengan menggantinya dengan ban serep mungkin. Tapi ternyata tidak, dia membongkar-bongkar sesuatu karena sedang mencari ponselnya.

“Kalian baik-baik saja kan ?”

Ingin sekali aku menjawab ‘tidak’, tapi yang malah keluar adalah..”kami baik-baik saja”

Kudengar Donghae mendesah lagi, “Apa kao bersama Heechul sejak tadi ?”

“Ne, aku bersamm—mmphhh..” Seseorang tiba-tiba menyekap mulutku dengan sapu tangan. Aku memberontak-berontak, mencoba melepaskan diri. Tapi karena bau chloroform yang menyeruak, mendadak tubuhku melemah. Perlahan-lahan pandanganku kabur dan pusing. Sebelum kesadaranku benar-benar hilang, aku bisa melihat bayangan Heechul yang meneriakkan sesuatu padaku. Maaf Heechul~~tapi aku tak bisa mendengar suaramu…

____________________________________________________________________________________

 

Author’s PoV


“HAEMIIIIIIIIIIII !!!”, teriak Heechul lalu melempar seenaknya ponselnya ke jalan dan berlari.

Matanya memerah marah melihat gadis yang dicintainya itu diseret masuk ke sebuah mobil oleh pria tak dikenal. Heechul hampir saja meraih gadis itu dari pria yang tak dikenal. Tapi tiba-tiba perutnya ditumbuk oleh pria lain. Darah segar keluar dari mulutnya, tapi baginya pukulan itu masih belum seberapa.

Heechul tersenyum penuh sinis lalu mulai menyepaki pria tadi yang memukulnya. Pria itu jatuh, tapi teman-temannya yang lain langsung turun tangan. Mereka ada sekitar empat orang pria bertubuh besar dan mulai berdiri mengelilingi Heechul.

Heechul menatap tiap muka pria bule hitam itu, senyumnya mengembang, tapi tak lama. Karena setelah saat Heechul bersiap mengeluarkan pukulannya pada mereka, mobil tempat Haemi disekap sudah meluncur.

Karena perhatian Heechul yang pecah, dia berhasil dipukul jatuh. Empat pria itu mengeroyokinya. Menendang, memukul perut dan wajah Heechul sampai Heechul jatuh terlentang menghadap udara. Tubuhnya sudah penuh luka dan sudah tak pantas lagi untuk menerima pukulan, tapi salah satu dari mereka malah menginjak keras perut Heechul hingga darah segar lagi-lagi muncrat keluar mulutnya.

Para pria itu tertawa mengejek, lalu kembali memasuki van mereka. Mereka meninggalkan Heechul yang terbaring tak berdaya di jalan.

Setelah starter mobil van mereka dihidupkan, Heechul bangkit dan memerhatikan plat no van mobil itu. Di tengah kesakitan yang melanda di sekitar tulang rusuknya, dia tersenyum. Walau tangannya agak kaku karena sakit, laki-laki itu tetap meraih ponselnya yang tadi sempat dibuangnya sembarangan dijalan. Jari-jari tangannya memencet-mencet beberapa angka, lalu dia menempelkan ponselnya erat ke telinga. “Hankyung~~Aku butuh bantuanmu…”


____________________________________________________________________________________

 

-at Hotel-

 

“HAEMI ? HAEMI ?”, Donghae kelihatan sangat panik karena suara Haemi di sebrang telepon sana menghilang tiba-tiba. Donghae mencoba menghubungi gadis itu lagi, tapi nihil ! Ponselnya tidak aktif.

Sekarang pikiran buruk mulai menghantui kepala Donghae secara berangsur-angsur. Kenapa dengan Haemi ? Kenapa tiba-tiba dia memutuskan teleponnya ? Apa yang terjadi ?

Donghae menggeleng-geleng untuk mengusir pikiran buruknya. Tapi tak bisa ! Hatinya tetap tak tenang. Tiba-tiba saja ide untuk menelpon Heechul muncul. Donghae pun segera memencet beberapa angka di ponselnya.

Tapi ponsel Heechul juga tak aktif ! Bagaimana ini ?

Donghae sudah tak bisa menghentikan rasa penasarannya. Dia memutuskan untuk mencari Haemi. Dia sudah setengah memakaikan cardigannya, saat tiba-tiba teringat sesuatu. Bagaimana dia bisa menemukan Haemi kalau dia tak tahu Haemi ada dimana ?

“Tuan~~”, Donghae menoleh cepat ke Hankyung yang sekarang ada di ambang pintu kamarnya. “Agashii—“

“Ada apa dengannya ?”, sela Donghae panik sambil berjalan cepat mendekati Hankyung.

Hankyung terlihat cemas, “Agashii di culik”

“Di culik ?”, Donghae menahan keras keinginannya untuk memekik keras tak percaya. “Kao bilang Haemi diculik ? Oleh siapa ?”

“Saya tak tahu tuan.. Saya diberitahu oleh tuan Heechul tadi melalui telepon dan—“

“MEREKA ADA DI MANA ?”, tanpa sadar sekarang Donghae benar-benar murka.

“Di gunung tempat patung kristus, gunung–“

“Aku pergi !”, sela Donghae cepat lalu melewati Hankyung. Kakinya terayun cepat, dan otaknya kalau. Dia bahkan tak mendengar suara Enhyuk dan Ryeowook yang menyapanya.

“Han~”, sapa Enhyuk saat mereka menemukan Hankyung yang sedang bersiap-siap untuk pergi juga. Hankyung menoleh ke arah dua tuan mudanya itu. “Apa yang terjadi ?”

“Nanti akan saya ceritakan. Tapi bisakah tuan muda sekalian ikut saya dulu ?”


************************************************************************************


“Dudukkan saja dia disitu !”

Para lelaki berjas hitam itu mengangguk lalu mendudukkan Haemi di sebuah kursi. Dia masih belum sadar dari pingsannya, tapi para penculik itu mengikat kaki dan tangannya kuat.

Sementara wanita setengah baya itu mulai berjalan mendekati Haemi dengan segelas anggur merah di tangannya. Dia memerhatikan wajah Haemi yang pingsan itu.

“Benar-benar mirip Ensung dan Inyeong~~”

“Kami sudah selesai nona Daera~~”, ucap para penculik itu.

Wanita setengah baya yang dipanggil Daera itu mengangguk dan melambai-lambaikan jemarinya menyuruh mereka keluar.

Setelah para penculik itu keluar, Daera berlutut di hadapan Haemi sambil tersenyum tipis. “Kao tahu ? Aku tak akan melakukan apa-apa untukmu~~. Kao tidak akan kuperlakukan sama seperti ibu dan bibimu”

Haemi tak bereaksi apa-apa karena masih dalam keadaan pingsan, dan wanita setengah baya itu berdiri lagi sambil tetap membawa gelas berisi anggurnya. Dia berjalan ke arah luar jendela kapal, lalu menatap matahari yang terbit. “Sudah pagi lagi ternyata~~”, ujarnya lalu meneguk minumannya.


*************************************************************************************


Heechul masih terlentang menghadap langit yang biru. Seluruh tubuhnya sakit, dia tak bisa berbuat banyak dan hanya menunggu pertolongan dari Hankyung datang.

Tiba-tiba dari arah ujung jalan, sebuah mobil melaju cepat dan berhenti tepat di dekat Heechul terkapar. Heechul bisa mendengar suara pintu mobil yang dibanting keras, lalu suara langkah kaki yang tergesa-gesa berjalan ke arahnya.

“Di mana Haemi ?”

Heechul meringis dan mencoba untuk duduk, “Kao tak mau membantu sodaramu dulu ?”

Donghae menarik kasar kerah Heechul hingga membuatnya berdiri, “Jangan berCANDA !! DIMANA HAEMI ?”

“Kalau kubilang tak tahu ?”

‘BUG!’. Pukulan keras Donghae mendarat di pipi Heechul. Heechul jatuh ke belakang karenanya.

“Lihat ? KAO BISA LIHAT KAN ?”, tanya Donghae yang tak bisa mengontrol emosinya. “Kao tetap tak bisa menjaga orang yang kao sayangi ! Kemarin ibu. Sekarang—“

“Cih ! Ibu mati karena kao tak sanggup menahannya  bukan ?”

‘BUG!’ Lagi-lagi Donghae mendaratkan pukulannya. “KAO TAK SADAR BODOH ?!!”

“SADAR !!!!”, balas Heechul berteriak. “KENAPA KITA HARUS BERTENGKAR SEPERTI INI HANYA KARENA HAEMI, HAH ? KAO LUPA KALAU KITA SODARA ?”

‘BUG!’ Donghae benar-benar tak bisa mengontrol tangannya. “KAO PIKIR INI SALAH SIAPA ? BUKANNYA SUDAH KUBILANG KAO MENYERAHKAN SAJA HAEMI PADAKU ?!!”

‘BUG!’ Kali ini Heechul yang mendaratkan pukulannya. “KAO PIKIR AKAN SEMUDAH ITU AKU MENYERAHKANNYA, HAH ??”

‘BAG! BUG! BAG! BUG!’ Kedua orang itu mulai berkelahi tak tentu arah. Mereka dikendalikan emosi yang meluap-luap. Heechul saja yang tadinya tak sanggup berbuat apa-apa, kini entah bagaimana bisa membalas pukulan Donghae.

‘CKIITTT’ Sebuah mobil Porsche mendecit keras lalu menepi di dekat kedua orang itu. Pintunya terbuka, dan tiga orang laki-laki berlari meleraikan pertengkaran mereka.

“Hei ! Sudah ! Kalian jadi terlihat seperti anak kecil”, perintah Ryeowook.

Akhirnya Heechul dan Donghae berhenti memberontak dalam rangkulan Enhyuk dan Hankyung. Mereka sadar kalau pertengkaran mereka tak akan ada gunanya.

Enhyuk dan Hankyung mulai melepaskan rangkulan mereka dari kedua orang itu. “Kami sudah menemukan petunjuk !”, ujar Enhyuk.

“Haemi dimana ?”, tanya Heechul sambil mengatur nafasnya yang sesak.

Ryeowook menggeleng, “Kami belum menemukannya”. Melihat raut wajah Donghae dan Heechul yang sedih lagi, Ryeowook cepat-cepat menambahkan. “Tapi kami menemukan orang yang bisa membantu kita”

Heechul dan Donghae diam dan menatap Ryeowook, menunggu dia melanjutkan ceritanya lagi.

“Mungkin kalian berdua akan terkejut…tapi hanya dia satu-satunya harapan kita”, ujar Enhyuk lalu menjetikkan jarinya ke mobil Porsche.

Perhatian mereka langsung tertuju pada mobil. Tiba-tiba saja pintu penumpang belakang terbuka dan keluarlah seorang gadis bule berambut merah menyala disusul wanita setengah baya.

“NENEK TUA ? ANGELAAA ?”, pekik Donghae dan Heechul tak percaya.

Victoria memaksakan sebuah senyum kecut dan melambaikan tangannya pada dua orang cucunya itu. Sebenarnya dia kesal karena cucunya itu tetap saja memanggilnya nenek tua. ‘Dasar tidak sopan’, gerutunya di dalam hati

“Nona Victoria sengaja terbang dari Prancis ke Brasil setelah mendengar berita agashi, tuan~”, jelas Hankyung.

“Lalu bagaimana dengan Angela ?”, tanya Donghae tak mengerti. “Kenapa Angela bisa membantu kita ?”

Angela terlihat gugup dan segera menunduk ketika tiba-tiba perhatian semua orang tertuju padanya. Dia ingin menjawab, tapi suaranya terasa tercekat. Akhirnya gadis itu hanya menggeleng lemah.

Merasa tahu dengan apa yang dihadapi oleh Angela, Hankyung segera membantunya bicara. “Nona Angela secara tak sengaja ikut terlibat dalam aksi penculikan ini”

Sedari tadi, sebenarnya tubuh Heechul sudah tak bisa dikompromi lagi. Rasa sakit di tubuhnya sudah minta untuk disembuhkan. Tapi Heechul menguatkan dirinya. Dia ingin mendengar semuanya dengan jelas. “Apa maksudmu, Han ?”

Sebelum Hankyung menjawab, Angela sudah mengangkat kepalanya dan menjawab, “Ibu yang menculiknya !” Gadis itu mendapat keberanian sedikit saat mendengar Hankyung membelanya. Padahal dia bukan secara ‘tak sengaja terlibat’, tapi memang disengaja.

“Aku..”, Angela mengigit bibirnya saat seakan-akan semua mata orang lain sedang menelannya hidup-hidup. “Aku merasa tidak enak pada kalian. Jadi kuberitahu Ahjussi soal ini”

“Tapi untuk apa bibi Daera menculik Haemi ?”, tanya Heechul tak mengerti.

“Aku tidak tahu”, Angela benar-benar merasa bersalah. “Maaf..aku benar-benar tak tahu”

Victoria yang keibuaan, tahu benar kalau gadis itu sedang diliputi kegelisahan. Jadi dirangkulnya cucunya itu, “Tak perlu khawatir, sayang~~. Aku tahu bagaimana Daera, walau dia bukan anak kandungku. Daera melakukan sesuatu pasti karena ada alasannya”, hibur Victoria. Walau kenyataanya itu tidak benar, Victoria tetap berbohong. Dia tahu bagaimana Daera sejak wanita itu diasuhnya, tapi dia tak ingin Angela merasa tertekan. Dia hanya ingin menghibur gadis itu.

Angela mengangguk lemah, walau dia sendiri tak yakin dengan ucapan Victoria.

“Kao tahu dimana Haemi diculik ?”, tanya Donghae.

“Aku tidak tahu pasti”, jawab gadis itu kembali dengan ragu-ragu. “Tapi kudengar ibu hari ini akan ke pelabuhan. Mungkin kita bisa menemukan Haemi disana”

“Pelabuhan ? Pelabuhan mana ?”, kali ini Enhyuk yang bersuara.

“Ada satu pelabuhan yang paling ibu senangi. Namanya San Vagous…”


TBC~~~~~~~~~~~~~~~~~

*************************************************************************************

©2011 S3FFIndo

Dont Forget! :

– Give YOUR COMMENT after read this FF. Be a good reader. oKEY?

– UNTUK SEMUA READERS, TOLONG BACA READ FIRST terlebih dahulu. Kami telah menginformasikan tentang semua page sehingga JELAS PAGE/SUB PAGE mana saja yang harus kalian tuju terkait dengan kepentingan kalia, dan info-info lainnya yang mungkin membantu kalian semua ^^

– Thanks for Read and Comment this FF. Feel comfort to stay here and TOGETHER, BEYOND OUR IMAGINATION ~ ^0^

i

[FF/PG-13] GLAMOURE Part 11

GLAMOURE CHAP 11

Penulis : Mia Mentari

Genre : Roman, Persahabatan

Rating : G — Cocok untuk seluruh umur

===================================================

Read the rest of this entry

FF/S/9/Glamoure

Judul : Glamoure

Penulis : Mia Mentari

Genre : Roman, Persahabatan

Rating : G — Cocok untuk seluruh umur

 
Read the rest of this entry

[FF/S/1/PG] Seven Years Of Love

Title : Seven Years Of Love

Author : Kim Taena Athena-Liyuuko

Lenght : Chaptered [1/7]

Rating : Yaoi/ PG – Memungkinkan terjadi tindakan yang tidak cocok dengan anak-anak

Cast :: KyuMin, YeWook, EunHae and Kim Young Woon

Genre :: Romance

Disclaimer :: Semua karakter hanya milik yang maha kuasa. Ceritanya aja yang punya author.. :3

~~~~~~~~

Seorang anak jatuh terjerembab di lantai. Ia menatap musuhnya kesal sambil berdecak bete.

Musuhnya menatapnya sambil tersenyum penuh kemanangan. ” Sudah kubilang, kau nggak mungkin menang melawanku, si kapten dojo ini. Sudah begitu kau lebih muda dua tahun dariku. Nggak mungkin menang, deh..”

Anak itu menatap lawannya. ” Ini hari terakhirku! Ayo bertarung lagi! Aku pasti menang!” Serunya tak mau kalah sambil berdiri dan bersiap- siap menyerang lagi.

” Percuma. Sampai matipun kau nggak mungkin menang.”

Anak itu melotot kesal. ” Ayo lawan aku!”

Namun anak satunya nggak perduli. Ia berjalan membelakangi si anak yang satunya dan berjalan semakin jauh. ” Kalau kau kembali tujuh tahun lagi, baru aku akan melawanmu.”

” Baiklah! Aku akan kembali lagi tujuh tahun lagi. Jika aku berhasil mengalahkanmu, kau harus menjadi milikku, Lee Sungmin!”

~~~~~~~

Read the rest of this entry

[FF/S/8/PG-13] Glamoure

Judul : Glamoure

Penulis : Mia Mentari

Genre : Roman, Persahabatan

Rating : G — Cocok untuk seluruh umur

Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: